Bisnis

49 Kg KKP Sebut Konsumsi Ikan Capai 54 Di 2019

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan tingkat konsumsi ikan tingkat konsumsi ikan masyarakat di 2019 mencapai 54,49 kilogram per kapita. Angka ini naik dari tahun 2018 yang sebesar 50,69 Kg per kapita dan tahun. Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan (PDSPKP) Agus Suherman mengatakan, hingga Oktober 2019 data yang sudah masuk sudah sekitar 50 Kg per kapita.

"Tren konsumsi ikan per tahunnya terus meningkat dan melampaui dari target. Harapannya itu terjadi, hingga nanti tahun 2024 diharapkan tingkat konsumsi ikan per tahunnya bisa menembus diangka 60 kg per kapita per tahun,” kata Agus dalam Indonesia Seafood Expo (ISE) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (12/12/2019). Dalam sambutannya, Agus mengatakan pagelaran Indonesia Seafood Expo merupakan salah satu upaya mensosialisasikan pada masyarakat akan pentingnya makan ikan dan ajakan juga bagi masyarakat agar terus makan ikan karena ikan sehat menyehatkan. “Sesuai dengan tema acara hari “Konsumsi Ikan Meningkatkan Daya Saing Bangsa”, maka dari itu kami dari KKP tidak pernah surut mengajak masyarakat untuk terus mengkonsumsi ikan,” kata Agus Suherman.

Apalagi, saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi di masyarakat, salah satunya adalah stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, diperkirakan 30,8 persen Balita di Indonesia mengalami stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Selain itu, stunting tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas namun juga berpenguruh pada penurunan kecerdasan, dan kerentanan terhadap penyakit. Sementara itu, berdasarkan data dsei Kementerian Kesehatan, stunting dapat menimbulkan kerugian ekonomi negara sebesar 2 ­3 persen dari Product Domestic Bruto (PDB). Jika PDB Indonesia tahun 2017 berdasarkan rilis Worldbank sebesar 13.000 triliun rupiah, berarti kerugian akibat stunting diperkirakan mencapai 260 360 triliun rupiah.

“Oleh karenanya, ayo makan ikan agar kita bisa mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia, dan Indonesia bisa terbebas dari stunting” sambungnya. Agus berharap kegiatan pameran ini diharapkan menjadi ajang sosilaiasi agar terus mendongkrak tingkat konsumsi ikan dalam negeri, lalu memotivasi kreativitas dan inovasi masyarakat dalam peningkatan nilai tambah produk kelautan dan perikanan, kemudian komersialisasi hasil hasil kegiatan penangkapan dan budidaya ikan di hulu, serta dapat menjembatani kemitraan antara pelaku usaha UKM dan industri besar dalam rangka meningkatkan skala ekonomi dan memperluas akses pasar produk UKM ke pasar domestik dan global. Sebagai informasi, pameran Indonesia Seafood Expo (ISE) ini menampilkan berbagai produk perikanan dan kuliner ikan yang didisplay oleh 34 provinsi, 8 Kab/Kota, 50 UKM, 10 asosiasi atau industri, dan mitra Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang akan menempati 130 booth.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment