Travel

Bayi Penyu yang Jelajahi Pesisir Pantai saat Lockdown Viral di Medsos

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Akibat wabah virus corona (Covid 19) yang melanda dunia, banyak tempat wisata yang terpaksa harus ditutup. Termasuk kawasan pantai yang selalu ramai wisatawan, kini menjadi sepi selama lockdown. Momen ini dimanfaatkan kelompok bayi penyu yang belum lama menetas untuk menikmati suasana pesisir pantai.

Karena tak ada wisatawan, bayi penyu itu tampak berani jelajahi pesisir pantai menuju lautan lepas. Penyu dengan nama latin Lepidochelys olivacea diketahui menetas saat musim semi di negara bagian timur Odisha, India. Jenis penyu tersebut umumnya menetas dalam jumlah ribuan dan termasuk satu spesies kura kura terkecil di dunia.

Namun spesies penyu itu dianggap rentan dan masuk dalam daftar merah IUCN. Fenomena menetasnya telur penyu biasanya terjadi ketika malam hari, tapi hal ini sedikit berbeda. Untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, ribuan bayi penyu itu menetas dan melakukan perjalanan ke pesisir pantai saat siang hari.

Pemilik akun Twitter Susanta Nanda IFS dengan nama akun @susantananda3 berhasil merekam momen ketik kelompok bayi penyu tersebut sedang bergerak menuju lautan lepas. Lewat akun Twitter miliknya, Nanda mengunggah video saat bayi bayi mungil itu bergerak lucu. "Terakhir kali penyu terlihat di siang hari untuk bersarang di ranting zaitun sepanjang pantai pada 2013 lalu. Padahal biasanya mereka akan datang ke pantai malam hari," kata Amlan Nayak, petugas hutan distrik (DFO), Odisha.

"Maret ini menjadi bulan istimewa bagi kami karena bisa melihat spesies itu mengunjungi pantai pada malam hari dan siang hari dalam jumlah yang sama banyaknya," sambungnya. Sementara itu, mengingat saat ini situasi sedang dalam keadaan darurat akibat virus corona banyak yang berpendapat jika mereka berani keluar saat siang hari karena pantai sedang lockdown. Namun ada untungnya juga bagi staf penjaga pantai karena selain bisa melihat bayi penyu lucu mereka dapat lebih fokus menjaga kebersihan pantai ketika tak ada wisatawan.

"Saya tidak berpikir kalau ternyata imbas lockdown juga berdampak pada kegiatan bersarangnya penyu," ujar SN Patro, ahli lingkungan dari Bhubaneswar dan Kepala Orissa Environment Society. "Tapi yang bisa dilakukan di masa lockdown ini adalah mengurangi tingkat kepunahan telur penyu yang dierami. Namun kalau tak ada pergerakan dari wisatawan yang berkunjung maka populasinya bisa semakin banyak" imbuhnya. Melansir dari laman insider, kelompok penyu rupanya hanya merespon faktor lingkungan, seperti yang dilaporkan dalam riset Wildlife Institute of India, Bivash Pandav.

"Ini benar benar di luar dugaan. Penyu merespon cepat perubahan lingkungan seperti kondisi pasang surut, arah angin, fase bulan, dan bersarang dalam massa yang sesuai," tutur Pandav.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment