Baik itu telur dadar, mata sapi, balado, atau menu makanan dari telur yang lain. Selain rasanya yang enak, telur juga merupakan makanan yang bergizi. Meski begitu, ada beberapa kesalahan yang mungkin kita lakukan saat mengolah telur, lo!

Kesalahan saat mengolah atau memasak telur ini bisa membuat hasil olahan telur kurang lezat ataupun menimbulkan risiko penyakit. Yuk, kita cari tahu hal apa saja yang harus diperhatikan saat mengolah telur seperti yang dilansir dari Bobo. Menggunakan Bahan Panci yang Lengket

Cairan telur memiliki tesktur yang lengket, karena telur sering dijadikan perekat dalam masakan tertentu. Di sisi lain, cara dan alat keliru bisa membuat telur lengket pada panci. Saat telur dimasak, protein dalam telur membentuk ikatan senyawa dengan logam panci.

Pada panci anti lengket, pembentukan senyawa itu tidak terjadi. Kita juga bisa mencegahnya dengan menambahkan minyak, margarin, atau mentega pada panci sebelum telur dimasak. Sebenarnya, kita bisa memasak telur menggunakan panci atau wajan apa saja, asalkan ada minyak, mentega, atau margarin yang menjadi lapisan antara panci dan telur.

Namun, paling baik jika kita menggoreng telur menggunakan panci anti lengket. Iya, selain itu jangan masukkan telur saat panci dan minyak belum panas. Karena jika panci ataupun minyak belum panas, maka minyak tidak bisa menjadi lapisan pelumas panci untuk menghalangi agar telur tidak lengket pada panci.

Beberapa cara memasak telur yang sering dilakukan adalah menggoreng telur jadi telur mata sapi, mengocok telur dan dijadikan telur dadar, merebus telur tanpa cangkang (poached),dan merebus telur dengan cangkang (hard boiled). Ternyata, setiap cara memasak telur itu punya waktu membumbui yang sesuai agar telur terasa enak. Misalnya dengan garam dan lada.

Untuk telur mata sapi, kita perlu menaburkan bumbu setelah telur dipecahkan di atas panci penggorengan. Sedangkan, telur yang dikocok untuk dijadikan telur dadar dibumbui sebelum telur dikocok. Kemudian, telur yang direbus tanpa cangkang, bumbu garamnya ditaburkan pada air rebusan sebelum dipanaskan.

Sedangkan, untuk telur yang direbus dengan cangkangnya, kita bisa saja menambahkan garam dalam air rebusan. Namun, setelah matang biasanya telur masih perlu dibumbui karena garam juga sulit menembus cangkang telur selama telur dimasak. Baik digoreng maupun direbus, telur sebaiknya tidak dimasak terlalu lama ataupun terlalu panas.

Jika kita menggoreng telur mata sapi, sebaiknya mintalah bantuan orang tua untuk mengatur api kompor yang sedang, ya. Api kompor yang terlalu besar akan membuat tepian putih telur mengering dan keras. Sebabnya, putih telur lebih cepat matang dibandingkan kuning telur.

Ini akan membuat telur tidak matang merata, atau bahkan bagian kuningnya belum matang sama sekali. Jadi, agar bisa dimasak lebih lama dan merata, suhu api kompor tidak boleh terlalu besar. Kemudian, jika memasak telur rebus, tandanya jika terlalu matang adalah muncul aroma seperti belerang dan jika dibuka bagian kuning telurnya dikelilingi lingkaran kehijauan.

Sebaiknya, masukkan telur setelah air mendidih dan rebus telur selama 10 15 menit. Beberapa jenis makanan memang harus dicuci menggunakan air mengalir sebelum dimasak atau dikonsumsi, misalnya buah dan sayur. Proses mencuci bahan makanan memang bertujuan untuk menghilangkan kuman dan kotoran yang mungkin menempel pada makanan.

Namun, ada juga bahan makanan yang sebaiknya tidak dicuci sebelum dimasak, salah satunya telur. Proses mencuci telur bisa mengikis lapisan kutikula pada permukaan telur yang bisa melindungi telur dari kontaminasi kuman dalam telur. Kemudian, tekanan dari aliran air bisa mendorong bakteri jadi masuk ke dalam telur.

Jika permukaan kulit telur kotor, kita bisa membersihkannya menggunakan kain yang permukaannya kasar, sikat, atau spons yang kering.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.