Belum lama ini, WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa tes untuk mengetahui Anda terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau tidak, dapat dilakukan dengan menggunakan tes antigen. Cara mencegah virus Corona terus dilakukan, tanpa jeda sedikitpun.

 

Cara mencegah virus Corona yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan rapid test. Rapid test antigen merupakan salah satu dari pengecekkan rapid test selain rapid test antibodi. WHO menilai bahwa dengan tes tersebut jauh lebih akurat bila dibandingkan dengan tes antibodi. Tapi, sebelum Anda mengambil keputusan, sebaiknya ketahui lebih pasti apa yang menjadi perbedaan di antara keduanya. Seperti ulasan di bawah ini!

 

Cara Mencegah Virus Corona Dengan Menggalakkan 3M

 

Sampai dengan detik ini, kasus virus Corona di Indonesia sudah mencapai angka ratusan ribu lebih. Angka yang terus membuat pemerintah terus berusaha mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni:

  1. Menjaga jarak paling tidak sampai 1 meter.
  2. Mencuci tangan setiap habis dari luar rumah.
  3. Memakai masker bila diperlukan saat di luar rumah.

 

Dengan menggalakkan protokol kesehatan 3M, pemerintah berharap kalau pandemi ini akan cepat berakhir. Meski demikian, tidak ada salahnya bila Anda tetap melakukan tes untuk mengetahui apakah tubuh dalam kondisi sehat dan cara mencegah virus Corona pun dapat digalakkan.

 

Anda dapat melakukan rapid test dengan dua metode, yakni rapid test antigen atau rapid test antibodi. Sebelum memutuskan, berikut adalah perbedaan yang dapat menjadi referensi yang tepat.

 

Ketahui Bedanya Rapid Test Antibodi dengan Rapid Test Antigen

 

  1. Rapid Test Antibodi

Rapid test antibodi merupakan tes yang dilakukan untuk mengidentifikasi orang yang sebelumnya terinfeksi virus Covid-19. Sayangnya tes ini tidak dapat menunjukkan apakah Anda sedang terinfeksi atau tidak saat ini. Tapi, tes ini dianggap akurat bila dilakukan melalui suatu populasi.

 

Cara kerjanya yakni dengan mengambil sampel darah pasien untuk mencari antibodi pada virus. Dan virus akan bekerja sebagai agen infeksi bila tubuh Anda berhasil menghasilkan antibodi terhadap virus. Hasil dari tes antibodi dapat diketahui setelah hari ke empat bahkan seminggu, oleh sebab itu tes ini tidak bisa dipakai untuk mendiagnosis infeksi saat ini.

 

Bila Anda bertanya seberapa akurat tes antibodi ini, maka jawabannya adalah tes antibodi tidak maksimal untuk mengambil tindakan pengobatan berdasarkan dari hasil tes. Tapi kabar baiknya, tes ini dapat memberikan Anda informasi mengenai jumlah infeksi dalam komunitas, yang artinya bila ada kesalahan pada hasil tes seseorang maka tidak akan memberikan pengaruh besar.

 

  1. Rapid Test Antigen

Selanjutnya adalah tes antigen, yakni tes yang dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang yang saat ini sedang terinfeksi virus Corona. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi infeksi aktif dengan cepat. Tes ini juga tidak digunakan untuk mendiagnosis penyakit. Tetapi dapat digunakan kepada orang-orang untuk mengidentifikasi mereka yang sebelumnya sudah terinfeksi dan membutuhkan tes yang lebih pasti.

 

Metode dari tes ini adalah mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan, sama seperti tes swab. Hasil tes hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.  Dan tes antigen ini banyak digunakan oleh orang-orang di rumah sakit, tempat kerja tertentu, atau dalam kasus lain untuk mengetahui dengan cepat apakah seseorang beresiko atau tidak. Tindakan tes CPR akan dilakukan bila Anda dinyatakan positif dan dilakukan diagnosis secara medis.

 

Bagaimana, Anda tertarik untuk melakukan cara mencegah virus Corona dengan dua metode di atas? Sebaiknya segera lakukan. Jangan sampai menjadi penyesalan nantinya, baik untuk diri sendiri dan orang lain.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.