Travel

Kenali Tanda dari Post-Holiday Syndrome yang Bisa Menyerang Usai Liburan Tahun Baru Hindari Depresi

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Sebagian orang tentu merasa bahagia dan rileks ketika liburan berlangsung dan menghabiskan waktu berbeda dari urusan pekerjaan. Namun, sebagian orang menganggap liburan seperti roller coaster yang berada di fase turun. Entah karena ekspektasi tinggi ada rasa ketakutan kembali memasuki fase fase kesepian saat bekerja. Mengutip dari , beberapa ahli mengatakan ada depresi setelah liburan yang dirasakan beberapa orang. Post holiday syndrome biasa terjadi pada orang orang setelah liburan.

Ada beberapa perubahan perasaan seperti perasaan sedih, rasa bersalah, marah, dan tidak bahagia. Gangguan emosi ini diperparah dengan gejala lain seperti : Perasaan sedih karena kembali ke rutinitas awal ini dimulai dengan rasa lelah dan tidak siap untuk menghadapi kenyataan bekerja kembali. Sindrom ini mirip dengan seasonal affective disorder (SAD). Mengutip dari Kompas.com, sindrom ini adalah gangguan emosional yang terjadi pada waktu tertentu. Contohnya saja setelah menikah ada rasa kaget karena euforia pesta pernikahan telah berakhir.

Sama seperti rasa kaget setelah menikah, masa liburan berakhir akan muncul dan murung. Dikutip dari The New Daily, menurut Dr. Melissa Weinberg, seorang psikolog dari San Francisco, rasa menyenangkan saat liburan itu hanya ilusi yang dibuat oleh otak. Seburuk apapun pengalaman berlibur, otak akan merekam ingatan lebih banyak menikmati liburan daripada pengalaman buruk.

Otak dirancang untuk merekam berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten, seperti rutinitas bekerja setiap hari. Termasuk ketika berlibur, otak akan kaget dan menyesuaikan keadaan setelah berubah. Sindrom setelah liburan ini tidak perlu dikhawatirkan. Ada beberapa cara pemulihan selain konseling dan dukungan keluarga. Berikut caranya :

Buatlah rencana Membuat rencana jadwal liburan itu penting. Gunakan waktu yang tepat disela kesibukan untuk menghubungi teman maupun keluarga saat akan berlibur. Ciptakan pilihan yang sehat

Gaya hidup sehat bermanfaat untuk menghilangkan stress saat masa liburan kurang berkualitas. Olahraga tertaur dan makananan bergizi dapat menjaga diri dari kelanjutan. Tetap bersosialisasi

Megobrol bersama teman dan keluarga bisa jadi pilihan menyenangkan setelah sibuk dengan berbagai rutinitas kerja. Rasa akan kesepian seringkali muncul ketika sendiri apalagi saat bekerja. Menjaga komunikasi bersama orang dekat dapat menghindari sindrom pasca liburan. Carilah bantuan

Cari bantuan misal konsultasi ke psikologi, cerita pada keluarga maupun teman dekat. Menelepon kerabat jauh melalui telepon bisa menjadi pilihan untuk mengurangi sindrom pasca liburan.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment