Internasional

Kisah Syafiqah 10 Hari Menikah, Suami Meninggal karena Kecelakaan, Ucapan di Makam Ibu Jadi Pertanda

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Sungguh malang nasib Syafiqah, baru hitungan hari menikah, harus ditinggal pergi sang suami selamanya. Sang suami yang bernama Mohammad Farid Ismail meninggal dunia dalam perjalanan ke tempat kerjanya sebagai dokter. Farid meninggal akibat kecelakaan tragis di Jalan Changlun Kuala Perlis, Malaysia, pada 23 Agustus 2019 lalu.

Padahal Farid dan Syafiqah yang keduanya dokter baru saja menikah pada 14 Agustus 2019. Awalnya saat mendapat kabar jika Farid meninggal dunia pada pukul 06.30 pagi waktu setempat, Syafiqah sempat tak percaya. Ia juga mengaku tak mendapat firasat apa apa.

Pagi sebelum kejadian nahas, Farid bangun pagi dan salat subuh seperti biasa. Farid tak menunjukkan gelagat aneh sebelumnya. Hanya saja, Farid sempat mengungkapkan rasa rindu kepada almarhumah ibunya.

"Tapi sehari sebelum kejadian, kami berziarah ke makam ibunya di Pendang dan suami sempat mengatakan jika dia rindu ibunya." "Saya melihat matanya berair. Dia sempat mengatakan jika ingin disemayamkan dekat dengan ibunya," ucap dia. Saat itu Syafiqah menganggap ucapan itu biasa saja.

"Saya memang tidak menduga apa apa kerena suami memang dekat dengan ibunya." "Akhirnya apa yang diinginkan almarhum, kami tunaikan dan dia sudah disemayamkan bersebelahan dengan pusara almarhumah ibunya," katanya. Syafiqah melanjutkan, suaminya adalah anak ke 12 dari 13 bersaudara,

Pemerintah Malaysia telah memberikan sumbangan. Sumbangan itu akan dibagikan Syqfiqah untuk adik adik almarhum. Salah satu kisah yang viral di media sosial Malaysia beberapa waktu belakangan adalah kisah pasutri yang melewati jenazah anak mereka sendiri di jalan raya.

Di tengah jalan, mereka menemui jenazah anak laki laki korban kecelakaan. Kondisi jalan saat itu sudah ramai oleh orang yang berusaha mengevakuasi korban. Dituturkan oleh Ahmadrunizam Awang (44) ayah korban, kejadian itu pada 26 Agustus 2019 sekitar jam 12 siang waktu setempat.

Waktu itu bersama istrinya tengah perjalanan kembali ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaan di Kuala Lumpur. Ahmadrunizam, yang tinggal di Kampung Pasir Tuntong, mengatakan ia melewati jalan itu tanpa berpikir macam macam. Ia mengira itu adalah jenazah orang lain yang mungkin ia tak kenal.

"Saya sedang mengendarai mobil dan mengira itu anak orang lain, tetapi ketika saya sampai di halte bus dekat rumah, anak anak tidak terlihat. "Saya mulai merasa tidak enak dan kebetulan saya menerima panggilan telepon dari kakak ipar saya untuk memberi tahu putra saya bahwa dia ditabrak mobil ketika menyeberang jalan," kata dia kepada Sinar Harian. Ahmadrunizam langsung bergegas ke TKP yang ia lewati tadi.

Dan benar, putranya, Ahmad Rafiq Darwisy (13), yang tergeletak di sana dan sudah tak bernyawa. "Aku berlari ke arahnya dan melepas pakaian yang dia kenakan untuk menutupi tubuh anak itu sebelum dibawa ke rumah sakit," katanya. Menurut Ahmadrunizam, saat itu putranya sedang dalam perjalanan ke sekolah.

Sedihnya, korban sempat berpesan kepada orang tua 10 menit sebelum kejadian agar berhati hati sepulang dari Kuala Lumpur. "Sebelum kejadian itu, dia menghubungi ibunya untuk mengatakan agar berhati hati," ucap Ahmadrunizam. Ahmadrunizam menyebut anak keempat dari enam bersaudara sebagai anak yang baik dan suka bercanda.

"Ia anak yang ceria dan berhati lembut. Ketika diminta untuk melakukan sesuatu, dia cepat membantu. "Ini adalah takdir, karena sebagai ayah aku hanya bisa berdoa agar awrahnya diberikan kebaikan dunia dan akhirat," kata dia. Ahmad Ahmad Rafiq kemudian dimakamkan di Pemakaman Islam Kampung Api Api sekitar jam 5.30 sore kemarin.

Sebelumnya, sejumlah media di Malaysia memberitakan seorang siswa tingkat 1 dalam perjalanannya ke sekolah menjadi korban tabrakan oleh mobil. Korban sempat terseret sekitar 20 meter di Jalan Teluk Intan Klang, dekat Assam Java, Kilometer 38.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment