Nasional

Pemerintah Indonesia Diminta Berperan Aktif Cegah Perang Terbuka antara Amerika-Iran

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran terus berlanjut. Terkait hal itu, Ketua Umum DPP GMNI Imanuel Cahyadi mengecam serangan AS yang mengancam perdamaian dunia tersebut. Oleh karenanya, Imanuel meminta pemerintah Indonesia turut berperan aktif mencegah terjadinya perang terbuka antara kedua kubu tersebut. Ia juga menilai pemerintah perlu mengubah nilai acuan harga minyak mentah yang menjadi salah satu indikator makro ekonomi dalam APBN 2020.

Menurutnya harus ada perubahan nilai dari yang awalnya sekitar USD 60 per Barel menjadi USD 80 90 per Barel. Pasalnya akan ada dampak dari perseteruan AS Iran terkait harga minyak mentah. Ia menjelaskan ketika Iran mengancam blokade Teluk Hormuz pada 2012, harga minyak mentah melonjak di atas USD 100 per Barel. Salah satu dampak saat itu banyak demonstrasi mahasiswa untuk menolak kenaikan harga BBM. "Kami juga menghimbau aparat penegak hukum untuk mewaspadai potensi serangan balasan oleh Iran dan simpatisannya di beberapa objek dan tempat yang kental nuansa Amerika nya di Indonesia," kata dia.

Lebih lanjut, Imanuel mengajak masyarakat untuk membangun demokrasi Pancasila sesuai ajaran Bung Karno dan menolak demokrasi liberal ala AS. Menurutnya, demokrasi liberal AS disokong kapitalisme dan disusupi fasisme. Maka ia mengusulkan agar konsep 'to build the world a new' kembali dilakukan, mengingat kapitalisme AS lebih banyak buruk daripada baiknya. "Karena kapitalisme AS menyisakan konflik dan ketimpangan dimana mana. DPP GMNI menegaskan Pancasila adalah solusinya," tandasnya.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment