Nasional

Penampilan hingga Barang yang Dipegang Vina Jadi Sorotan 7 Fakta Sidang Pertama Video Vina Garut

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Media sosial sempat heboh dengan video panas yang beredar beberapa waktu lalu. Video panas tersebut melibatkan tiga orang yang ikut terekam yakni Wely, Dodi, dan Vina. Ketiga terdakwa yang terlibat dalam video tersebut diamankan oleh pihak kepolisian dan menjalani hukuman penjara.

Kamis 28 November 2019 ketiga terdakwa menjalani sidang perdana kasus tersebut di Pengadilan negeri (PN) Garut. Salah satu pria yang ada dalam video tersebut yang diketahui bernama Rayya telah meninggal dunia pada Sabtu 7 September 2019. Rayya yang merupakan mantan suami Vina meninggal dunia karena mengidap HIV.

Polisi pun menghentikan kasus hukum Rayya karena meninggal dunia. Kendati demikian, proses hukum ketga terdakwa lainnya masih terus bergulir. Berikut 7 fakta sidang perdana kasus video Vina Garut.

Penampilan Vina pun menjadi sorotan. Ketigaterdakwadatang kePNGarutsekitar pukul 09.50. Dari ketigaterdakwaitufaktayang disoroti yaitu penampilanVina.

TerdakwaVinalangsung digiring petugas ke ruang tunggu anak. Sedangkan duaterdakwalain, menunggu di ruang tahanan. Vina yang mengenakan kerudung, celana warna hitam, dan kemeja putih dibalut dengan rompi tahanan warna jingga, terlihat santai saat turun dari bus tahanan.

Tak disangka di dalam ruang tunggu anak, Vina juga memegang sebuah Alquran. Vina terlihat membaca ayat suci Alquran itu sambari menunggu persidangan. Saat digiring ke ruang sidang,Vinamenutup wajahnya menggunakan masker.

Ia juga sempat memeluk tahanan wanita lain sebelum persidangan. Sejumlah awak media sempat bertanya terkait kondisi kesehatanVina. Namun, Vina tak memberi jawaban. Ia sesekali tertunduk untuk menghindari sorotan kamera.

Berdasarkan jadwal sidang di situs Pengadilan Negeri atauPNGarut, sidang perdanakasusVideoVinaGarutakan dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 10.00 WIB, sidang belum kunjung dimulai. Padahal ketigaterdakwadatang kePNGarutsekitar pukul 09.50 WIB.

Namunfaktanya sidang baru dimulai pukul 14.00 WIB. Sidang yang dimulai pukul 14.00, berakhir pukul 15.00 untukterdakwaVA. Sedangkan duaterdakwalain, masih melanjutkan persidangan.

Sidang kasus asusila itu akan menggunakan Ruang Garuda. Persidangan Kasus VideoVinaGarutdiPNGarutberlangsung secara tertutup. Hanya keluargaterdakwayang bisa mengikuti persidangan.

Sebelum sidang dimulai, istri dariterdakwaWely jatuh pingsan. Petugas pun membawa istri Wely ke ruang kesehatan. Di Pengadilan Negeri Garut, kuasa hukumVinadalamkasusvideoVinaGarutmenyesalkan kliennya dijadikanterdakwadalam perkara asusila itu.

PadahalVinaseperti yang pernah dikatakannya sebelumkasustersebut masuk ranah pengadilan, bahwa VA hanyalah sebagai korban. Dalam sidang perdana,faktajaksa penuntut umum membacakan dakwaan kepada paraterdakwa. "Ada beberapa pasal yang disangkakan ke klien saya. Yakni pasal 4 ayat 1 UU Pornografi," ucap pengacara VA, Asri Vidya Dewi usai persidangan, Kamis (28/11/2019).

Pasal 4 ayat 1 berbunyi: "setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi". Ancaman hukuman dalam pasal 4 yakni penjara paling lama 12 tahun. Asri menyebut sangat miris dengan dakwaan kepada kliennya.

Ia menilai, Polres Garut tak melihat perspektif perempuan dalam penanganankasus. "Klien kami jelas korban, tapi dipaksakan jadi pelaku," katanya. Posisi korban bagiVina, lanjutnya, karena saat menikah usianya masih 16 tahun.

Polisi belum memiliki perspektif kepada perempuan yang jadi korban. "Pina ini hanya gunung es. Masih banyak VA lain di negara ini. Saya yakin jika VA hanya sebagai korban," ucapnya. Setelah sidang selesai, di antara ketigaterdakwahanya Doni yang buka suara.

Saat keluar dari ruangan,Vinadidampingi kuasa hukumnya. Ia berjalan cepat menuju ruang tahanan. Tak ada kata kata yang diucapkanVinakepada wartawan yang sudah menunggu.

Hal yang sama dilakukanterdakwaWely yang keluar 15 menit kemudian. Wely tak berbicara satu kata pun saat ditanya awak media. Ia bahkan terus menutup wajahnya dengan menggunakan peci warna hitam saat digiring petugas ke ruang tahanan.

Berbeda denganterdakwaDodi. Pria asal Kabupaten Bandung itu mau menjawab pertanyaan dari wartawan. Bahkan langkahnya sangat perlahan saat dibawa ke ruang sidang.

"Lancar sidangnya. Mohon doanya, yah," ucapnya. Ia juga berharap sidangkasusnya segera selesai. "Semogakasussaya cepat selesai dan semogakasussaya bisa menjadi contoh buat yang lain," ujar Dody, Kamis (28/11/2019).

Ia menyadari, perbuatan yang dilakukannya sangat salah. Kasus tersebut menurutnya bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk semuanya. "Satu lagi, semoga semuanya lancar. Kasus ini cepat selesai dan kami bisa diadili dengan seadil adilnya," ucapnya.

TigaterdakwavideoVinaGarutdiancam 12 tahun penjara. Bahkan, ancaman hukumannya bisa mencapai 22 tahun jika dua pasal diterapkan oleh jaksa penuntut umum (JPU). "Kami kenakan pasal 4 ayat 1 UU Pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun. Sedangkan alternatifnya yakni pasal 8 junto 34 UU Pornografi dengan ancaman 10 tahun," ujar JPU, Dapot Dariarma, usai sidang, Kamis (28/11/2019).

Pada sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, Dapot menyebut ketigaterdakwatak melakukan eksepsi atau keberatan. Pada sidang selanjutnya, pihaknya akan menghadirkan saksi saksi. "Sidang dilanjutkan Selasa depan (3 Desember 2019). Agendanya pemeriksaan saksi. Dari sembilan saksi, kami akan mendatangkan tiga atau empat saksi," katanya.

Penerapan UU Pornografi kepada ketiganya, didasari aksi yang dilakukan paraterdakwa. Dalam pasal 4 ayat 1 UU Pornografi, berbunyi "setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi". Ancaman hukuman dalam pasal 4 yakni penjara paling lama 12 tahun.

Dalam pasal 8 berbunyi "setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi". Sementara pasal 34 yakni "setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)". Duaterdakwa, Wely dan Dodi, tidak merasa keberatan dengan dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pasal yang dikenakan kepada keduanya yakni Undang undang Pornografi. Amdinur, pengacara Wely dan Dodi, menyebut kedua kliennya menerima dakwaan dari JPU. Kliennya pun sudah mengakui perbuatan yang disangkakan tersebut.

"Tapi apakah perbuatan itu disengaja atau tidak? Atau jika disengaja saat dibuat film, siapa yang menyebarkannya?" ucap Amdinur, Kamis (28/11/2019). Hingga kini, Amdinur menyebut belum ada pihak yang mengaku menyebarkanvideoVinaGarut. Pihaknya berharap, dalam persidangan bisa terungkap pelaku penyebarvideo.

Sidang terkaitkasusVinaGarutdilanjutkan pada Selasa (3/12/2019). Pada sidang pekan depan, akan menghadirkan saksi dari pihak JPU. "Saat pemeriksaan saksi, belum tahu apa yang akan dibantah. Soalnya itu saksi dari JPU. Tapi kalau ada saksi memberatkan dan tak benar keterangannya, wajib untuk dibantah," katanya.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment