Sport

Ranking Kualifikasi Badminton 6 Wakil Indonesia di Posisi Aman 200 Hari Menuju Olimpiade 2020

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Ajang internasional paling bergengsi, Olympic akan segera dimulai empat bulan mendatang. Tepatnya, hari ini merupakan hari ke 200 menuju Olympic 2020 yang bakal digelar di Tokyo, Jepang pada 25 Juli 3 Agustus. Hal ini pun diumumkan oleh akun Twitter ofisial Olympic 2020, @Tokyo2020 pada Senin (6/1/2020) pukul 07.00 WIB.

Hal ini pun sangat dinantikan masyarakat lantaran Indonesia adalah salah satu kontingen yang jarang absen dari helatan olahraga akbar ini. Salah satu cabang olahraga yang menjanjikan bagi Indonesia adalah bulutangkis sehingga Indonesia akan mempersiapkan segala kematangan para atletnya demi bisa mengirimkan wakilnya. Penghitungan poin kualifikasi Olympic 2020 dimulai pada 29 April 2019 yang artinya poin pertama terhitung dari turnamen New Zealand Open 2019 Super 300 yang telah digelar 30 April 5 Mei silam.

Dengan terbatasnya total kuota, pebulutangkis akan berlomba memperebutkan 172 jatah yang tersedia. Seusai turnamen penutup musim, BWF World Tour Finals 2019, tidak ada banyak perubahan pada peringkat delapan wakil Indonesia yang masih kokoh di daftar 10 besar ranking dunia. Ketatnya persaingan di musim 2019 membuat jarak tipis banyak tersaji di pekan ini.

Menyambut musim 2020, persaingan para pebulutangkis akan kian sengit demi menorehkan namanya di daftar klasifikasi ajang olahraga dunia tersebut. Indonesia memiliki enam wakil yang sudah berada di posisi aman. Namun, enam wakil tersebut masih bisa berubah jika terjadi pergeseran yang signifikan di musim 2020.

Kento Momota kian kokoh di puncak ranking dengan perolehan skor 101.568. Sementara, Chou Tien Chen yang menjadi runner up berjarak lebar dengan selisih angka 21.390. Di posisis empat, Jonatan Christie hanya perlu 402 poin untuk melengserkan Anders Antonsen dari posisi tiga.

Tak jauh berbeda, jarak tipis antara Chen Long dan Anthony Sinisuka Ginting juga terjadi di pekan ini. Hanya butuh angka 858 untuk menyalip Chen Long dan menuju Top 5 World Rank. Di sektor tunggal putri, Tai Tzu Ying berada jauh di bawah kampiun BWF World Tour Finals tahun ini, Chen Yu Fei.

Jarak tipis tercipta di antara wakil Kanda, Michelle Li dan si 'bocah ajaib' asal Korea Selatan, An Se Young. Berada di posisi tujuh, An Se Young rawan tertikung oleh Michelle lantaran jarak angka yang hanya butuh 45 poin lagi. Sementara, Gregoria Mariska Tunjung masuk kualifikasi nomor 14 meski menduduki ranking 18 dunia.

Di sektor kuat bagi Indonesia, ganda putra masih mendominasi jajaran 10 besar dunia hingga pekan ini. Hanya butuh angka 5.146 bagi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk merebut tahta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Marcus Gideon/Kevin Sanjaya masih menduduki peringkat nomor satu dunia dengan perolehan skor 97.483.

Sementara, Hendra/Ahsan berada di posisi runner up dengan angka 92.337. Meski berada di posisi tujuh dunia dalam ranking menuju Olympic 2020, tetapi nama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak bisa mendapatkan tiket kualifikasi. Kecuali, jika hingga akhir batas penentuan penghitungan poin, Fajar/Rian mampu mengungguli salah satu dari dua ganda putra Indonesia yang berada di puncak klasemen.

Sementara, jarak tipis juga terjadi pada perolehan angka Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Kedua ganda putra ini hanya berjarak 4.917 poin saja di pekan ini. Musuh bebuyutan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, Li/Liu bakal kesulitan mengejar menyalip The Minions lantaran jarak yang sangat jauh.

Pasalnya, butuh angka20.513 bagi Duo Menara untuk meruntuhkan pertahanan The Minions. Di sektor ganda putri pun juga rawan perubahan saat musim 2020 sudah dimulai. Pasalnya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota belum bisa tenang di posisi satu dunia.

Chen Qing Chen/Jia Yi Fan menjadi ancaman jika berhasil memperoleh angka 1.992 pada ajang Malaysia Masters 2020. Nama Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih terpampang di nomor tujuh kualifikasi. Dengan perolehan poin 59.105, Greysia/Apriyani jauh dari pasangan Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai yang menjadi kualifikasi nomor delapan.

Dua ganda campuran China masih saja mendominasi ranking dunia. Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong betah berada puncak klasemen dengan skor 99.502. Di bawahnya, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping tangguh dengan skor 96.962.

Sementara, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai masih berada di posisi tiga dengan jarak yang lebar, yakni 20.229. Pasangan Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bisa saja merebut posisi Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Pasalnya, jarak kedua pasangan ini hanya 5.552 poin saja.

Sementara, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berada di posisi sembilan dunia dengan skor 55.321. Penghitungan poin kualifikasi Olympic 2020 dimulai pada 29 April 2019 yang artinya poin pertama terhitung dari turnamen New Zealand Open 2019 Super 300 yang telah digelar 30 April 5 Mei silam. Para pebulutangkis dari zona Afrika, Asia, Eropa, Ocenia dan Pan Am sudah mulai merencanakan rute dan jalan mereka menuju kualifikasi demi menuliskan nama mereka dalam sejarah Olympic seperti para pendahulunya.

Sebut saja panutan bagi kontingen Indonesia, yakni Susy Susanti yang merupakan peraih medali emas pertama pada Olympic Barcelona 1992. Selain itu ada bintang China, Gao Ling, Lin Dan, dan Zhang Jun, dari Korea Selatan ada nama Kim Moon soo/Park Joo bong, dan wakil Denmark, Poul Erik Høyer dan perintis jejak Olympic Rio 2016 lainnya. Seperti ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dan tunggal putri Spanyol, Carolina Marin.

Di tahun 2008, Hendra Setiawan bersama Markis Kido juga meraih medali emas di Olympic Beijing 2008. Sementara, teranyar pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga bergabung dengan jajaran peraih medali emas Olympic Rio 2016. Adapun kualifikasi Olympic Tokyo 2020 berakhir pada 26 April 2020 atau pada Badminton Asian Championships 2020 pada 21 26 April 2020.

Namun, bukan hal yang mudah bagi para calon peserta untuk bisa memasuki kualifikasi Olympic 2020 ini. Hal ini juga disebutkan oleh Presiden BWF, Poul Erik Høyer. Høyer mengantar Denmark di podium tertinggi saat memenangkan medali emas tunggal putra pada Olimpiade Atlanta 1996.

Sementara, total kuota yang akan diperebutkan para pebulutangkis yakni 172 tempat. Dari jumlah ini, 164 tempat; masing masing 82 untuk putra dan putri, akan ditentukan melalui proses kualifikasi. Sementara, enam tempat di tunggal masing masing tiga putra dan putri, akan mendapat undangan dari komisi Olympic 2020.

Dua yang tersisa, juga di sektor tunggal; masing masing untuk putra dan putri, akan disediakan untuk tuan rumah. Badminton World Federation (BWF) telah menetapkan aturan keterwakilan negara untuk nomor tunggal dan nomor ganda pada cabang bulutangkis di ajang Olympic berdasarkan peringkat dunia. Satu negara berhak mengirim maksimal dua wakil mereka pada nomor tunggal jika atlet mereka masuk peringkat 16 besar.

Tetapi, jika atlet satu negara masih berada di posisi 38 besar dunia, negara itu berhak mengirim satu wakil nomor tunggal. Pada nomor ganda, suatu negara punya hak mengirim maksimal dua wakil jika terdapat dua pasangan atlet mereka masuk jajaran peringkat delapan besar dunia. Namun, jika pasangan atlet suatu negara masih menempati peringkat 16 besar, negara itu berhak mengirim satu pasangan pada nomor ganda.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment