Travel

Sang Pemilik Bocorkan Bumbu Rahasia Hingga Banjir Pembeli Ayam Goreng Viral Betawi Rasa Spanyol

Avatar
Written by Fatika Mutiara

David Jimenez (37) menjelaskan ada satu bahan rahasia di balik lezatnya ayam goreng JLS Pollo yang tengah viral. Ia mengatakan lezatnya ayam goreng itu terletak pada minyak zaitun. Sebab, semua bahan bahan untuk membuat ayam itu terbilang mudah.

Namun, hanya minyak untuk menggoreng berbeda dan tak lazim digunakan oleh sebagian masyarakat Ibu Kota. Memang, lanjut David, harga sebotol minyak zaitun lebih mahal ketimbang minyak goreng. "Tapi rasanya lebih enak," tambahnya.

David mengatakan resep ayam gorengnya itu meniru resep masakan khas Negeri Matador. Nama resep itu Pollo Al Ajillo yang artinya ayam dengan banyak bawang putih. Bedanya, resep yang dibuat di Kemayoran tak menggunakan anggur putih.

"Di Spanyol berbeda. Mereka menambahkan anggur putih. Di sini enggak bisa," jelasnya. David menambahkan bawang merah di resep yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Jakarta. Pasalnya, orang Indonesia menyukai bawang merah.

"Di Spanyol asing dengan bawang merah. Mereka lebih suka bawang putih dan bombay." "Saya tahu orang Indonesia suka (bawang merah), jadi saya tambahkan ke masakan saya" terangnya. Bahan bahannya terdiri dari bawang putih, bawang merah, lada hitam, garam, ayam, dan minyak zaitun.

Selepas dimasak, ayam goreng itu harus diungkep selama 10 sampai 15 menit agar tekstur daging menjadi lembut dan rasa yang meresap. "Tapi karena ramai yang beli sekarang hanya dua menit saja diungkepnya," tambahnya. Ayam goreng itu disajikan bersama cita rasa Indonesia seperti nasi putih, teri kacang, selada, timun, dan sambal.

Rasa yang dihasilkan dari resep adaptasi di Jakarta pun sama dengan di Spanyol meski tak menggunakan anggur putih. "Rasanya mirip dengan yang ada di Spanyol," katanya. Banyak dari sanak saudara istrinya, Murlia, suka dengan ayam buatan David.

Mereka juga yang menyarankan David memulai usaha ayam JLS Pollo di Kemayoran. David blak blakan membeberkan resepnya kepada orang yang mau belajar. Ia tak merasa tersaingi. Siapa saja boleh mencobanya.

"Sangat mudah untuk dicoba. Bahan bahannya yang sering kita temukan di dalam rumah," tambahnya. Semenjak usaha ayam goreng JLS Pollo milik David Jimenez (37) diliput seorang food vlogger, kiosnya langsung banjir pesanan. Pegunjung membanjiri kiosnya di JTS Kemayoran, Jakarta Pusat, demi mencicipi rasa ayam goreng hasil dari resep khas negeri Matador itu.

Saking banyaknya, ia bisa melayani pembeli hingga 50 porsi dalam dua jam buka. Apalagi, pesanan dari ojek dalam jaringan (daring) silih berganti mendatangi kiosnya tanpa jeda saat jam buka. Pasalnya, ia sibuk menggoreng ayam di dalam kiosnya lantaran meladeni banyak pembeli.

Sebagian para pembeli pun berdiri di sekitar kiosnya lantaran tak kedapatan bangku. Alhasil, jadwal wawancara yang tadinya sudah ditentukan kembali diatur ulang. Dulu, lanjut David, pembeli hanya bisa dihitung jari yang datang ke kios bernama JLS (Jakarta Love Story) Pollo miliknya.

Bahkan, para food vlogger terus bergantian mendatangi tempatnya demi mencicipi ayam Betawi rasa Spanyol itu. Tanpa kehadiran sosok Murlia (28) dalam hidupnya, David Jimenez (37) barangkali tak bisa membangun usaha ayam goreng yang kini tengah viral. Melalui perjalanan panjang asmara lintas Negara itu lah, tercipta JLS (Jakarta Love Story) Pollo yang bertempat di Jakarta Tentram Sejahtera (JTS) Pusat Kuliner Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia ingin sekaligus menularkan rasa ayam khas Spanyol yang unik dan baru ke lidah warga Jakarta. Di sebuah cafe di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur, David dan Murlia tengah duduk sembari menikmati es kopi susu. Kisah itu bermula pada tahun 2013, saat David berkenalan dengan Murlia melalui aplikasi Daboo sewaktu ia berlibur ke sejumlah tempat di Indonesia.

Dari sana, hubungannya tak putus dengan Murlia bahkan berlanjut meski David telah pulang ke Irlandia, tempat di mana ia bekerja. Pada tahun 2014, David datang ke Jakarta untuk menemui Murlia. Ia pun menjalin asmara selama empat tahun bersama hingga menikah di penghujung tahun 2017.

Sebelum menikah, pria asal Barcelona, Spanyol itu sempat mencari pekerjaan di Jakarta. Namun, tak ada lowongan untuk Warga Negara Asing yang tinggal di sini. Jarak yang terlampau jauh antara Dublin dan Jakarta membuat David harus pindah kerja agar lebih dekat dengan Murlia.

Ia pun mencoba untuk bekerja sebagai guru bahasa Spanyol di Jakarta. "Sebelumnya, saya kursus dulu selama satu setengah tahun di Dublin untuk mendapatkan sertifikat pengajar," bebernya pada Selasa (31/12/2019). Kendati telah mendapatkan sertifikat, David belum bisa bekerja di Jakarta sebagai pengajar bahasa Spanyol.

Ia malah mendapatkan lowongan pekerjaan sebagai pengajar di Kuala Lumpur, Malaysia. Selama dua tahun, David bekerja di sana. Ia menabung demi biaya menikah dan membawa Murlia ke sana. Selepas menikah dan tinggal di Kuala Lumpur, David dan Murlia memutuskan kembali ke Jakarta agar lebih dekat dengan keluarganya di sana.

David berhenti bekerja sebagai guru bahasa Spanyol. "Karena ada keluarga Murlia yang sudah tua, jadi kami tinggal lebih dekat dengan mereka," terang David. Ia hendak membuka usaha makanan di Bali.

Namun, niatnya urung terlaksana lantaran harga sewa di sana mahal. "Di Jakarta, saya mencoba beberapa tempat dengan harga murah. Di JTS Kemayoran tempatnya masih kosong dan murah tapi belum dibuka," bebernya. Di JTS, David langsung memesan dua kios meski tempat itu belum resmi dibuka.

Begitu menunggu selama enam bulan, akhirnya ia bisa menempatkan kios itu. Ia menyayangkan kondisi tempat itu yang terkesan seadanya. Belum dibangun kios kios. Bangunannya hanya atap, tiang dan lantai saja.

"Sudah menunggu lama enggak ada penambahan akhirnya saya bikin sendiri kiosnya. Saya sudah menghabiskan banyak uang untuk biaya hidup dan sewa tempat ini," jelasnya. Ia membuka usaha ayam Spanyolnya pada Juli 2019 silam bernama JLS (Jakarta Love Story) Pollo. Kata JLS diambil dari perjalanan kisah pertemuan mereka berdua hingga menikah.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment