Internasional

Semoga Seterusnya Tidak Ada yang Terjangkit Jokowi Tanggapi Wabah Virus Corona

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait wabah virus corona dari Wuhan, China. Ia menyampaikan yang penting bagi masyarakat adalah waspada dan bersikap hati hati. Jokowi menuturkan telah memerintahkan Menteri Kesehatan agar mengawasi perkembangan virus corona secara detail.

"Dan kami kan juga sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar siapapun yang kami perkirakan, kemungkinan besar terjangkit itu," tutur Jokowi yang dikutip dari . "Tapi sampai sekarang informasi yang saya terima dan moga moga seterusnya tidak ada yang terjangkit corona," katanya. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan menyiagakan thermo scanner (alat pengukur suhu tubuh) di 135 pintu masuk negara.

Thermo scanner itu disiagakan baik di darat, laut, dan udara untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona. "Antisipasi kami terus lakukan terus menerus, mulai dari pintu bandara, edukasi kepada masyarakat," kata Terawan yang dilansir dari laman , Jumat (24/1/2020). Lebih lanjut, kendati ada tanda tanda yang menyerupai gelaja Novel Coronavirus, Terawan mengingatkan agar proses diagnosis tidak dilakukan sembarangan.

Ia menegaskan, penyebabnya harus diketahui secara detail, terutama riwayat perjalanan yang dilakukan. Menurut Terawan, dengan melakukan pengecekan secara detail dan lengkap merupakan langkah penting supaya tidak terjadi kesalahan diagnosis. Adanya serangan virus corona, Pemerintah China membangun rumah sakit untuk pasien terpapar virus corona dalam waktu enam hari.

Rumah sakit dengan kapasitas 1.000 tempat tidur itu rencananya digunakan untuk merawat korban virus jenis baru di Wuhan, China. Diketahui, sebanyak 25 orang telah menjadi korban tewas virus corona. Pemerintah menyampaikan lebih dari 800 orang telah terinfeksi.

Dikutip dari portal berita penyebaran virus corona diyakini berasal dari Wuhan, China Tengah pada Selasa (31/12/2019). Changjiang Daily mewartakan, pada Jumat (24/1/2020) bangunan rumah sakit dibangun dengan bahan prefabrikasi. Mesin mesin yang digunakan untuk membangun rumah sakit tiba di lokasi pada Kamis malam (23/1/2020).

Di antaranya 35 mesin penggali dan 10 buldoser. Berdasarkan laporan yang dibagikan, pembangunan proyek ini adalah untuk mengatasi kekurangan sumber daya medis yang ada. "Karena itu akan menjadi bangunan prefabrikasi, itu tidak hanya akan dibangun cepat tetapi juga tidak akan memakan biaya banyak," papar laporan tersebut.

Changjiang Daily mewartakan, pada Jumat (24/1/2020) bangunan rumah sakit dibangun dengan bahan prefabrikasi. Mesin mesin yang digunakan untuk membangun rumah sakit tiba di lokasi pada Kamis malam (23/1/2020). Di antaranya 35 mesin penggali dan 10 buldoser.

Berdasarkan laporan yang dibagikan, pembangunan proyek ini adalah untuk mengatasi kekurangan sumber daya medis yang ada. "Karena itu akan menjadi bangunan prefabrikasi, itu tidak hanya akan dibangun cepat tetapi juga tidak akan memakan biaya banyak," papar laporan tersebut. Dilansir dari , rumah sakit corona ini mirip dengan Xiaotangshan yang dibangun 2003 lalu.

Xiaotangshan difungsikan sebagai pusat medin di pinggiran utara Beijing untuk merawat pasien yang terpapar virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pada 2003, rumah sakit khusus SARS dibangun dalam waktu tujuh hari. Rumah sakit SARS itu dibangun dengan kapasitas 1.000 tempat tidur.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment