Lifestyle

Wanita Ini Sadar Ketika Dengar Teriakan Putrinya Koma Satu Bulan & Divonis Alami Kematian Otak

Avatar
Written by Fatika Mutiara

Lama terbaring di ranjang rumah sakit karena koma, wanita ini tiba tiba sadar hanya karena teriakan putrinya. Berikut kisahnya. Anugerah kesempatan hidup kedua rupanya diberikan untuk Maria Laura Ferreira. Melansir dari busstle Post, satu bulan sudah Maria Laura Ferreira terbaring di ranjang rumah sakit dalam keadaan koma.

Kondisi koma yang dialami Maria Laura Ferreira ini terjadi setelah dirinya dipukuli oleh orang asing. Koma hingga satu bulan lamanya membuat dokter sudah memvonis dirinya mengalami kematian otak. Dokter juga sempat meminta agar keluarga bisa menyiapkan mental apapun yang terjadi pada Maria Laura Ferreira.

Kendati demikian, setiap harinya suami dan anak Laura yang berusia 2 tahun tetap setia mengunjunginya. Namun, suatu ketika sebuah kisah tak lazim terjadi pada Laura. Pada saat dia terbaring koma, dia melakukan sesuatu yang mengejutkan.

Bahkan, suaminya yang menyaksikan peristiwa itu menyebutnya mukjizat dan tak percaya apa yang dilihatnya. Sebelumnya, Laura Ferreira mengalami koma dan dokter mengatakan dia berisiko mengalami kematian otak. Karena itulah keluarganya diminta untuk siap mental menerima kenyataannya.

Suami Ferreira, Martin Delgado, mengatakan bahwa apa yang dikatakan dokter pada saat itu "menyakitkan" bagi siapa pun keluarga yang mengalami nasib sepertinya. Tetapi ia masih yakin bahwa semuanya akan berbalik arah dan istrinya pada akhirnya akan bangun. Setelah 15 hari koma, pemeriksaan dokter mengungkapkan bahwa sistem sarafnya yang bertanggung jawab untuk aktivitas otot mulai merespons.

Tetapi dia masih belum bangun. Sampai pekan lalu, Delgado membawa putrinya yang berusia 2 tahun ke rumah sakit untuk mengunjungi ibunya. Pada saat itu, putrinya terbaring di ranjang ibu dan berteriak "Lapar".

Akibatnya, Ferreira tiba tiba membuka matanya dan mengangkatnya dengan wajar. Pakaian, peluk putrinya dan mulai menyusui. Momen itu secara ajaib dianggap Delgado sebagai mukjizat meskipun istrinya tidak memiliki kesadaran.

Namun, ajaibnya dia mampu mengenali putrinya baginya itu sudah sangat luar biasa. "Ini adalah momen yang ajaib dan unik. Kita semua menangis dan melihat ibu dan anak perempuan saling berpelukan. Naluri keibuan seperti ini benar benar luar biasa!" jelas Delgado. Laura sendiri adalah korban dalam serangan oleh orang tak dikenal.

Menurut laporan Laura Ferreira diserang dan dipukuli orang asingtanpa alasan saat bersepeda. Akibatnya dia mengalamikomadan dirawat di rumah sakit dengan perawatan darurat. Dilaporkan bahwa tersangka penyerangan juga belum ditangkap, dan seluruh kasusnya masih dalam penyelidikan.

Delgado berharap tersangkanya akan segera ditangkap dan diadili seadil adilnya. Sebagian isi artikel ini sudah tayang di Intisari.grid.id dengan judul Kisah perjuanganmahasiswa ITBdalam mengerjakan pendidikannya itu viral di media sosial Twitter.

Seorangmahasiswa ITBdikabarkanmeninggaldunia usai 7 hari 7 malam mengerjakanskripsitanpa tidur. Jehuda dikabarkan telah meninggal dunia lantaran sakit yang dialaminya. Mahasiswa ITBmeninggaldunia usai 7 hari 7 malamtidak tidurdemi menyelesaikanskripsidan sempat ngaku tak bisa makan hingga dikiratipes.

Kisah ini dibagikan mahasiswa bernama Jehuda Christ Wahyu lewat thread di laman Twitternya. Mengeluh sakit usai tidak tidur 7 hari 7 malam, siapa sangka Jehuda Christ sempat merasakan kondisi tubuh yang kian menurun. Kondisi tubuhnya kian menurun, Jehuda hingga tak bisa ikut wisuda, Jehuda mengaku kondisi tubuhnya kian membaik.

Namun takdir berkata lain, Jehuda dikabarkan telah meninggal dunia lantaran sakit yang dialaminya. Kisah mahasiswa ITB yang dikabarkan meninggal dunia usai 7 hari 7 malam tidak tidur tampak pada laman Twitter @jechriswa, pada (25/10/2019) lal. Thread di Twitter yang dibuat Jehuda diberi judul Anemia of chronic disease, skripsi, dan wisuda ITB.

Utasan tersebut bermula saat ia mengaku mengerjakan skripsi sampai tak tidur di malam hari selama 7 hari 7 malam. "Cerita nya dimulai dari gue ngerjain skripsi sampe mau mati, 7 hari berturut2 malem ga tidur, siang nya tidur. Sampe ujung ujung nya sidang (13 sept) gue dinyatakan lulus. Puji Tuhan," tulis @jechriswa mengawali cerita. Anemia of chronic disease, skripsi, dan wisuda ITB . SEBUAH UTAS

— Jehuda Christ Wahyu (@Jechriswa) Lantaran hal tersebut Jehuda merasa kebahagiaannya berkurang sebab tak lagi bisa merasakan makanan enak. "Trus kebahagiaan gue berkurang karna ketika makan setelah sidang, kok rasa makanan nya ga enak. Yauda terus gue ga apa apain. Sambil urus yudisium, nafsu makan gue terus berkurang. Gue makan sehari sekali kali," lanjutnya.

Mahasiswa asal Cikarang itu pun langsung memeriksakan dirinya ke beberapa rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, dia pernah didiagnosa beberapa dugaan sakit mulai dari tipes, darah rendah, infeksi kronis, hingga diduga sakit ginjal. Namun, setiap periksa, Jehuda selalu memberikan hasil diagnosis yang berbeda beda.

Ada yang mengira sakit paru paru (TBC), DBD, hingga anemia. Ia bahkan tak sempat ikut wisuda lantaran kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Kian hari, ia merasa semakin lemas dan kurus pucat.

Ia juga mengaku nadinya deg degan meskipun usai diperiksa jantungnya normal. "Hasil rekam jantung menunjukan jantung gue normal, tapi nadi gue deg deg an. Gabisa membuang semua kemungkinan ada masalah jantung. Tapi untung nya darah gueudh jauh lebih baik, meski masih anemia juga," terang @jechriswa. Jehuda mengaku kondisinya kian membaik dan memberi pesan agar tetap menjaga kesehatan.

"Sekarang gue udh semakin baikan. Inti dari semua ini: KALO MAU NGERJAIN TA1 DAN TA2 PLIS PLIS PLIS JAGA KESEHATAN JUGA. Sedih hatiku hancur berkeping keping gaikut rangkaian wisuda himpunan samsek. Daan aku berhenti merokok. Stay healthy guys. Ya. Aku merokok, bagi yg belum tau wkwkw, tapi udah ngga lagi. Jaga kesehatan semuanya! Aku menyesal kenapa bisa sakit, ya emang gatau sih sakit apa. Silahkan yg mau meneliti 7x hasil lab darah ku aku terbuka banget wkakwka," pungkasnya.

Thread tersebut telah mendapat banyak respon. Hingga artikel ini dibuat, telah dibagikan sebanyak 3.401 kali dan mendapat like 6.641 dan 276 komentar. Dari kolom komentar, Jehuda disebut meninggal dunia pada tanggal 24 November 2019 lalu.

Dilansir dari laman Instagramnya @jechriswa, kabar tersebut seolah dibenarkan oleh sang kakak. Sang kakak membuat highlight di instagram Jehuda dengan mengunggah ucapan duka dari teman teman adiknya. "Terima kasih atas semua ucapan bela sungkawa yang tulus. Ini bsangat berarti bagi dia adik saya dan keluarga. Ini kakaknya mengelola akun untuk sementara," tulis yang tampak pada awal highlight Instagram berikut.

Ya, Jehuda diketahui memiliki kakak perempuan pemilik akun Instagram @deacwm. Sementara dari laman Instagram sang kakak, juga terdapat highlight yang berisi kenangan bersama Jehuda. Dari dua laman Instagram dan Twitter, banyak netizen yang turut memberikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya mahasiswa ITB tersebut.

Semoga kejadian ini dapat dijadikan pelajaran agar tak kembali terulang dikemudian hari.

About the author

Avatar

Fatika Mutiara

Jika Anda melakukan sesuatu yang baik, setelah beberapa lama, tanpa anda pernah merasakannya, anda akan mulai untuk pamer. Setelah itu, anda tidak akan pernah dipandang baik lagi.

Leave a Comment